Gunungan sampah setinggi 6.970 ton menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, memicu kekhawatiran warga dan darurat lingkungan segera ditangani.
Pasar Induk Kramat Jati menghadapi krisis sampah luar biasa. Warga panik melihat tumpukan 6.970 ton menumpuk, sementara pihak manajemen berupaya mengungkap penyebab dan segera menanganinya. Jelajahi beragam informasi seru dan bermanfaat yang akan memperluas wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.
Besarnya Timbunan Sampah Di Pasar Induk Kramat Jati
Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini mencapai volume luar biasa sekitar 6.970 ton, setara dengan 410 truk tronton. Tumpukan sampah ini bahkan tampak menggunung hingga setinggi enam meter di area Tempat Penampungan Sementara (TPS). Warga dan pedagang menggambarkan kondisi ini sebagai “darurat lingkungan” karena bau yang sangat menyengat.
Kondisi ini membuat aktivitas jual‑beli di pasar menjadi kurang nyaman lantaran bau busuk menyebar hingga ratusan meter. Pedagang dan pembeli mengaku terganggu serta khawatir akan dampak kesehatan. Keberadaan sampah yang begitu banyak juga membuat area pasar tampak kumuh dan kotor.
Sampah yang menumpuk di area pasar mendominasi pemandangan sejak awal Maret 2026, hingga akhirnya viral di media sosial. Foto‑foto yang beredar menunjukkan gunungan sampah yang sangat besar hingga membuat banyak warga heboh.
Limbah yang menumpuk ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Penumpukan Sampah Menurut Manajemen
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan bahwa penyebab utama sampah menggunung adalah kendala armada pengangkut sampah. Kurangnya truk pengangkut membuat sampah tidak bisa diangkat setiap hari seperti biasanya.
Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap hari karena aktivitas perdagangan 24 jam. Jumlah sampah yang masif ini butuh armada besar untuk memindahkannya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Topik mengatakan bahwa pengangkutan sampah membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, agar armada tambahan bisa dikerahkan. Hal ini penting untuk mempercepat proses pembersihan. Karena keterbatasan armada, sampah baru yang terus datang setiap hari membuat volume limbah terus meningkat hingga mencapai angka ribuan ton seperti saat ini.
Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk! 45 Personel Gulkarmat Padamkan Kebakaran di Jakut!
Dampak Sosial Dan Lingkungan Dari Tumpukan Sampah
Tumpukan sampah ini menyebabkan bau menyengat yang dirasakan warga di sekitar pasar. Beberapa warga mengalami gangguan penciuman karena lingkungan yang terus terpapar bau busuk dari sampah yang tidak terangkut.
Kondisi lingkungan yang kurang bersih juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap risiko kesehatan, terutama penyakit kulit dan saluran pernapasan karena paparan limbah yang membusuk.
Para pedagang merasa khawatir karena pelanggan menjadi enggan datang ke pasar akibat bau tidak sedap dan pemandangan sampah yang sangat banyak. Hal ini berpotensi menurunkan omzet pedagang dalam jangka pendek.
Beberapa warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika persoalan ini tidak segera ditangani, karena limbah yang menumpuk dapat memicu polusi tanah, air, dan udara di sekitar pasar.
Upaya Penanganan Darurat
Dalam dua hari terakhir, manajemen Pasar Jaya telah mengerahkan 33 truk tronton untuk mengangkut sampah dari TPS secara bertahap. Langkah ini dilakukan agar tumpukan limbah dapat berkurang sedikit demi sedikit.
Selain itu, manajemen melakukan penertiban alur pembuangan sampah sehingga proses pembersihan lebih teratur dan efisien. Hal ini juga dilakukan agar sampah yang baru tidak menumpuk di area yang sama.
Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan pedagang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi ini. Mereka berjanji akan terus mempercepat proses pembersihan hingga kondisi kembali normal.
Koordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta pihak terkait terus dilakukan setiap hari agar armada dapat masuk ke lokasi pasar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Strategi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah
Manajemen Pasar Jaya menyiapkan strategi jangka panjang untuk menangani persoalan pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Salah satunya adalah pengadaan lima unit truk sampah berkapasitas besar untuk memperkuat armada internal. Rencana pengoperasian truk baru itu ditargetkan dapat dimulai pada akhir April 2026. Armada tambahan ini diharapkan bisa membantu pengangkutan sampah lebih cepat setiap hari.
Selain itu, Pasar Jaya juga mengoptimalkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung proses distribusi dan pengangkutan limbah ke TPST serta fasilitas pengolahan lainnya. Manajemen juga mempertimbangkan penerapan teknologi pengolahan sampah seperti thermal hydrolysis serta sistem pengelolaan zero waste agar tumpukan sampah tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jakarta.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jakarta.tribunnews.com