Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin menjadikan Jakarta sebagai role model pendidikan Pancasila bagi seluruh sekolah di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan Jakarta sebagai contoh praktik pendidikan Pancasila di Indonesia. Ia meyakini keberagaman di Jakarta bisa menunjukkan bagaimana nilai Pancasila hidup sehari‑hari, disampaikan saat peluncuran sosialisasi pembelajaran bagi guru dan kepala sekolah se‑DKI Jakarta.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.
Ambisi Menjadikan Jakarta Contoh
Pramono ingin Jakarta menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengintegrasikan Pancasila ke dalam pola pikir dan perilaku warga. Ia menilai ibu kota punya potensi besar karena masyarakatnya sangat majemuk dan terbiasa hidup rukun. Jakarta dinilainya layak jadi “role model” pendidikan Pancasila di tingkat nasional.
Ia mencontohkan perayaan Natal, Imlek, dan Nyepi yang berjalan aman dan tertib di Jakarta sebagai bukti toleransi nyata. Perbedaan agama tidak menghalangi masyarakat saling menghormati dan merayakan bersama. Menurut Pramono, pengalaman itu jauh lebih kuat daripada pelajaran di kelas semata.
Ia juga menekankan bahwa kerukunan sosial mendukung pertumbuhan ekonomi dan keamanan Jakarta. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi ibu kota yang lebih tinggi dari rata‑rata nasional. Pramono berharap Jakarta dikenal tidak hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga laboratorium praktik Pancasila.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pendekatan Pendidikan Pancasila Yang Hidup
Pramono menekankan Pancasila harus diajarkan lewat diskusi yang dinamis dan relevan dengan isu terkini. Ia mendorong guru mengaitkan sila‑sila Pancasila dengan hoaks, konflik sosial, dan keragaman identitas. Dengan cara ini, Pancasila dipahami sebagai panduan hidup, bukan sekadar materi ujian.
Ia ingin pembelajaran Pancasila lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Guru diminta merancang aktivitas kelompok, diskusi, atau proyek yang mengajak siswa mengamati lingkungan. Harapannya, nilai toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial bisa diinternalisasi secara alami.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menilai pendidikan Pancasila perlu menggabungkan teori dan praktik. Siswa dapat melakukan tugas mengamati gotong royong di RT, aksi lingkungan, atau kampanye antihujatan. Melalui pendekatan ini, Pancasila menjadi bagian dari kebiasaan, bukan hanya hafalan.
Baca Juga: Tak Berkutik! Remaja Pesta Miras di Jaktim Dibubarkan Brimob
Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Pramono mendorong keselarasan antara pendidikan Pancasila di sekolah, di rumah, dan di lingkungan. Jika di kelas diajarkan toleransi, tetapi di rumah muncul ujaran kebencian, maka proses pembelajaran terganggu. Ia mengajak orang tua ikut membahas nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kegiatan gotong royong, poskamling, dan perayaan lintas agama di Jakarta menjadi contoh nyata bagi siswa. Para pendidik diminta mengajak siswa merefleksikan pengalaman itu sebagai bentuk praktik Pancasila. Dengan begitu, sekolah menjadi pusat penghubung antara keluarga dan masyarakat.
Pramono menilai rasa memiliki warga Jakarta terhadap kota ini mencerminkan keberhasilan Pancasila. Warga dari berbagai latar belakang sama‑sama merasa Jakarta milik bersama. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan Pancasila diukur lewat perilaku di ruang publik.
Visi Pancasila Sebagai Kekuatan Gotong Royong
Pramono menegaskan kekuatan utama Pancasila terletak pada nilai gotong royong. Ia mengutip Megawati Soekarnoputri bahwa inti kekuatan Pancasila adalah saling menolong dan terlibat. Gotong royong dinilainya menjadi fondasi Jakarta untuk menghadapi berbagai krisis.
Menurutnya, Indonesia beruntung memiliki ideologi yang sudah matang sejak awal kemerdekaan. Tidak banyak negara yang memiliki dasar negara yang disusun bersamaan dengan deklarasi kemerdekaan. Menjaga dan menghidupkan Pancasila dilihat sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab generasi kini.
Ia berharap Jakarta menjadi teladan bagi daerah lain dalam mengimplementasikan Pancasila secara nyata. Melalui sinergi Pemerintah DKI, BPIP, sekolah, dan masyarakat, pendidikan Pancasila di Jakarta diharapkan menjadi model nasional. Dengan demikian, generasi muda memahami Pancasila bukan hanya sebagai teks, tetapi sebagai cara hidup.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari indonesiana.id