Posted in

Jakarta Catat Lonjakan Ekonomi 5,71%! Insentif Pajak Nataru Jadi Kunci

Pertumbuhan ekonomi Jakarta tembus 5,71 persen, melampaui target awal. Gubernur Pramono Anung menyebut insentif pajak Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Insentif Pajak Nataru Jadi Kunci

Lonjakan ekonomi, mendorong konsumsi masyarakat dan perputaran uang di sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa. Hotel, mal, dan restoran mencatat peningkatan transaksi signifikan. Strategi ini tidak hanya mempercepat pemulihan ekonomi ibu kota, tetapi juga meningkatkan minat wisatawan.

Simak kejadain di Jakarta terbaru yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di Info Kejadian Jakarta.

Jakarta Catat Lonjakan Ekonomi 5,71%

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi ibu kota pada akhir tahun mencapai 5,71 persen, melampaui target yang diproyeksikan sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi yang signifikan setelah periode pandemi, terutama pada sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa.

Pramono menekankan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari sejumlah kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah, termasuk insentif pajak selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Kami melihat adanya lonjakan aktivitas ekonomi di berbagai pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran yang memanfaatkan insentif pajak,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta menunjukkan peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi yang stabil menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sektor perdagangan dan transportasi menjadi sorotan karena mencatat angka transaksi yang meningkat signifikan selama musim liburan.

Insentif Pajak Nataru Dorong Aktivitas Ekonomi

Menurut Pramono, kebijakan insentif pajak Nataru terbukti efektif mendorong konsumsi masyarakat dan meningkatkan perputaran uang di sektor perdagangan dan jasa. Insentif tersebut berupa pengurangan atau pembebasan beberapa pajak daerah, yang mempermudah masyarakat dan pelaku usaha untuk bertransaksi.

“Pelaku usaha dan konsumen merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini, sehingga tercipta efek domino yang positif terhadap perekonomian Jakarta,” kata Pramono. Kenaikan transaksi di mal, hotel, dan tempat wisata menjadi bukti nyata dari dampak kebijakan ini.

Selain itu, insentif pajak Nataru juga meningkatkan minat wisatawan lokal untuk berkunjung ke Jakarta, yang berdampak pada sektor transportasi, kuliner, dan perhotelan. Pemerintah DKI pun menilai strategi ini sebagai langkah penting untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi ibu kota.

Baca Juga: Jalan Rusak Mengancam! Ribuan Titik Berlubang di Jakarta Barat Mulai Ditambal

Pariwisata dan Perdagangan Jadi Penerima Manfaat Utama

Pariwisata dan Perdagangan Jadi Penerima Manfaat Utama

Sektor pariwisata dan perdagangan menjadi yang paling diuntungkan dari kebijakan insentif ini. Hotel-hotel mencatat tingkat hunian yang meningkat hingga 85 persen selama periode Nataru, sementara mal dan pusat perbelanjaan mencatat lonjakan pengunjung hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pramono menambahkan bahwa sektor kuliner juga mendapat dorongan signifikan. Restoran dan kafe ramai dikunjungi masyarakat yang memanfaatkan libur panjang, sekaligus memanfaatkan keringanan pajak yang diberikan pemerintah. Aktivitas ini membantu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan usaha kecil dan menengah.

Selain itu, pemerintah DKI memantau secara ketat implementasi insentif pajak agar tepat sasaran dan memberikan dampak optimal. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tanpa menimbulkan risiko defisit pajak yang besar.

Rencana dan Optimisme Pemulihan Ekonomi Jakarta

Pramono menyampaikan optimisme terhadap kelanjutan pemulihan ekonomi Jakarta. Pemerintah provinsi berencana memperluas program insentif serupa di periode-periode strategis lain, termasuk libur Lebaran dan Hari Kemerdekaan, untuk menjaga perputaran ekonomi tetap tinggi.

“Target kami adalah mendorong ekonomi Jakarta agar tumbuh stabil, merata, dan berkelanjutan. Insentif pajak terbukti menjadi salah satu instrumen efektif yang bisa diterapkan,” ujar Pramono. Strategi ini juga melibatkan koordinasi dengan sektor swasta untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan sinergis.

Di sisi lain, pemerintah DKI mendorong transformasi digital dan inovasi di sektor perdagangan dan pariwisata agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Simak berita update lainnya tentang Jakarta dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Jakarta.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari metrotvnews.com