Anggota DPR RI, Pramono Anung, mendorong perubahan sistem seleksi MTQ di Jakarta dengan memulai dari tingkat RT, bukan lagi dari provinsi.
Langkah ini bertujuan menjaring semua potensi qari dan qariah dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari perkampungan dan pemukiman kecil. Sistem baru ini diharapkan memunculkan generasi Qurani berkualitas.
Simak kejadain di Jakarta terbaru yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di Info Kejadian Jakarta.
Pramono Usulkan MTQ Mulai dari RT
Anggota DPR RI, Pramono Anung, mendorong agar seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Jakarta dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT), bukan lagi dimulai dari tingkat provinsi. Menurutnya, sistem baru ini akan lebih adil dan dapat menjaring peserta berbakat dari seluruh lapisan masyarakat.
Pramono menilai selama ini seleksi MTQ yang dimulai dari tingkat provinsi cenderung hanya menjaring peserta dari kota-kota besar, sehingga potensi qari dan qariah dari wilayah perkampungan atau pemukiman kecil sering terlewatkan.
Ia menekankan bahwa perubahan sistem ini diharapkan dapat memunculkan generasi baru penghafal dan pembaca Al-Quran berkualitas, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Alasan Perlu Dimulai dari Tingkat RT
Pramono menjelaskan bahwa dimulainya seleksi dari tingkat RT memungkinkan semua lapisan masyarakat berkesempatan mengikuti MTQ. Dengan cara ini, talenta lokal yang selama ini terabaikan dapat terdeteksi lebih awal. Ia menambahkan, sistem seleksi baru ini juga akan memudahkan pembinaan peserta sejak awal, karena data dan potensi mereka.
“Setiap RT memiliki potensi qari dan qariah yang luar biasa, dan mereka layak mendapatkan kesempatan untuk bersaing. Sistem seleksi provinsi saja tidak cukup untuk menjaring seluruh potensi itu,” ujarnya.
Lebih jauh, sistem baru ini akan membantu pemerintah kota dan provinsi menyusun program pelatihan yang lebih efektif, karena data peserta berkualitas sudah tersedia sejak awal seleksi.
Baca Juga: BREAKING! Jakarta Terendam Banjir 1,7 Meter, 75 RT Dan 19 Jalan Lumpuh!
Dampak Positif Bagi Pengembangan Generasi Qurani
Dengan seleksi yang dimulai dari tingkat RT, generasi muda memiliki motivasi lebih tinggi untuk mempelajari Al-Quran. Mereka juga akan merasakan dukungan langsung dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan tetangga. Selain meningkatkan motivasi, sistem ini diharapkan mampu menumbuhkan bakat-bakat qari dan qariah sejak dini.
Program ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran Al-Quran di tingkat sekolah dan pesantren. Karena bakat-bakat yang terdeteksi sejak dini dapat dibina lebih sistematis.
Pramono menekankan bahwa tujuan utama adalah membangun generasi Qurani yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah Implementasi dan Dukungan Pemerintah
Pramono meminta pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan aparat RT, RW, dan kelurahan untuk menyukseskan sistem seleksi baru ini. Pendataan peserta, pembinaan, dan koordinasi dengan panitia MTQ tingkat kota harus dilakukan secara terpadu.
Selain itu, ia juga mengusulkan adanya pendampingan profesional dari para guru Al-Quran dan qari-qariah senior agar kualitas peserta yang terjaring dari RT hingga tingkat kota tetap tinggi. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga menanamkan pemahaman mendalam tentang makna Al-Quran.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem seleksi MTQ yang dimulai dari tingkat RT tidak hanya adil. Tetapi juga mampu mencetak juara berkualitas yang mewakili Jakarta di ajang nasional, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembinaan generasi Qurani sejak dini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com