Kasat Narkoba Tangsel AKP Pardiman ditangkap Bareskrim Polri terkait dugaan kasus narkoba bersama enam anggota lain yang kini menjalani pemeriksaan.
Operasi penangkapan ini menjadi perhatian karena melibatkan pejabat kepolisian yang memiliki tugas utama memberantas penyalahgunaan narkotika. Bareskrim Polri kini terus mendalami dugaan keterlibatan para anggota tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian kasus.
Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap dalam Operasi Gabungan Bareskrim
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menjalankan operasi penangkapan terhadap AKP Pardiman melalui tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba. Tim tersebut dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dalam operasi yang berlangsung pada akhir Juli 2026.
Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan dugaan keterlibatan dalam kasus narkotika. Bareskrim kemudian bergerak untuk mengamankan sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Enam Anggota Satresnarkoba Ikut Diamankan Polisi
Selain AKP Pardiman, penyidik juga membawa enam anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan. Seorang anggota dari Polda Aceh turut diamankan dalam rangka pengembangan kasus.
Keterlibatan sejumlah anggota kepolisian membuat penyidik melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bareskrim ingin memastikan peran masing-masing orang dalam dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika tersebut.
Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mencari fakta mengenai hubungan antara para anggota dan dugaan pelanggaran yang terjadi.
Baca Juga: Jakarta 500 Tahun! Kemenag Siapkan Gerakan Wakaf Uang Fantastis Capai Rp500 Miliar
Dugaan Kasus Berkaitan dengan Peredaran Gelap Narkoba
Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut penangkapan ini berkaitan dengan dugaan peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan narkotika, serta dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan perkara narkoba.
Penyidik kini menelusuri bagaimana dugaan pelanggaran tersebut bisa terjadi. Mereka juga mengumpulkan berbagai informasi dan bukti untuk memperjelas konstruksi perkara.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat yang seharusnya menjalankan tugas pemberantasan narkoba. Publik pun menunggu hasil penyelidikan resmi dari Bareskrim Polri.
Bareskrim Polri Dalami Peran Setiap Anggota
Setelah melakukan penangkapan, penyidik langsung mengembangkan perkara dengan memeriksa sejumlah pihak terkait. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui peran masing-masing anggota dalam dugaan kasus tersebut.
Bareskrim tidak hanya fokus pada dugaan penyalahgunaan narkotika, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan jabatan dalam proses penegakan hukum.
Penyidik membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan setiap fakta sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Kasus Masih Berkembang, Polisi Tunggu Hasil Penyelidikan
Hingga saat ini, Bareskrim Polri masih mengembangkan perkara dugaan narkoba yang menyeret AKP Pardiman dan sejumlah anggota lainnya. Penyidik terus bekerja untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Penanganan kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Transparansi dalam proses penyidikan menjadi hal penting agar publik mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan perkara.
Polri memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan tindakan lanjutan terhadap para pihak yang terlibat dalam kasus dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut.