Posted in

Jakarta Darurat Jalan Rusak, Wagub Rano Karno Soroti Kekurangan Pasukan PJLP

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti kondisi darurat jalan rusak akibat minimnya personel PJLP.

Wagub Rano Karno Soroti Kekurangan PJLP

Musim hujan kembali melanda Ibu Kota, menimbulkan masalah klasik, jalan berlubang. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti serius situasi ini, terutama terkait minimnya personel PJLP di Dinas Bina Marga yang bertugas memperbaiki jalan.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.

Kekurangan Personel, Ancaman Infrastruktur Jakarta

​Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara lugas mengusulkan penambahan minimal 1.200 personel PJLP di lingkungan Dinas Bina Marga.​ Usulan ini muncul sebagai respons mendesak terhadap semakin meluasnya kerusakan jalan akibat intensitas hujan tinggi yang melanda Ibu Kota.

Rano Karno mengungkapkan bahwa jumlah personel Bina Marga yang ada saat ini jauh dari ideal untuk menangani perbaikan jalan. Personel yang tersedia belum sebanding dengan luas wilayah dan panjangnya ruas jalan di Jakarta yang memerlukan perhatian.

“Barangkali kalau kita bisa 1.200 orang saja untuk Bina Marga, itu sebetulnya minimal,” ujar Rano Karno. Penambahan ini sangat krusial, salah satunya bertujuan untuk mempercepat proses perbaikan jalan yang rusak parah.

1.000 PJLP Menangani Seluruh Jakarta, Misi Mustahil

Saat ini, jumlah PJLP di Dinas Bina Marga hanya sekitar 1.000 orang, yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Angka ini dinilai sangat tidak memadai untuk mengatasi skala permasalahan jalan berlubang yang muncul, terutama di tengah musim hujan.

“Teman-teman bisa bayangkan, 1.000 orang memencar di semua Jakarta, ini bukan pekerjaan mudah,” kata Rano Karno, menggambarkan beratnya tugas yang diemban oleh para PJLP tersebut. Kondisi ini semakin memperlambat penanganan jalan rusak.

Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya PJLP yang telah memasuki masa pensiun. Sekitar 125 orang sudah tidak lagi bertugas, sehingga semakin mengurangi kekuatan tim di lapangan dan memperparah kekurangan personel.

Baca Juga: Pram-Doel Tanggap Cepat, Jakarta Lebih Aman dan Pelayanan Publik Efisien

Upaya Penambahan Dan Tantangan Cuaca

 Upaya Penambahan Dan Tantangan Cuaca

Kepala Dinas Bina Marga telah mengajukan permohonan resmi untuk menambah jumlah PJLP. Diharapkan penambahan ini dapat mempercepat respons terhadap laporan jalan berlubang yang terus meningkat selama musim hujan.

Namun, Rano Karno mengakui bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Pengaspalan permanen belum dapat dilakukan secara maksimal karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

“Semua aspal di Indonesia ini, kalau kena air tidak ada yang merekat kuat. Maka ini sementara,” jelasnya. Solusi idealnya adalah melakukan pelapisan ulang secara menyeluruh setelah musim hujan berakhir untuk mencegah kerusakan berulang.

Prioritas Pasca-Hujan Dan Masa Depan Infrastruktur

Prioritas utama saat ini adalah melakukan perbaikan secepat mungkin untuk memastikan keamanan pengguna jalan, meskipun sifatnya sementara. Penanganan darurat ini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

Setelah musim hujan mereda, Dinas Bina Marga akan berfokus pada perbaikan permanen dan menyeluruh. Ini termasuk pelapisan ulang semua ruas jalan yang rusak agar tidak terjadi kerusakan serupa di masa mendatang.

Harapan ke depan, dengan penambahan personel dan strategi jangka panjang, infrastruktur jalan di Jakarta dapat lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi cuaca. Hal ini akan mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi Ibu Kota secara keseluruhan.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari jakarta.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari kompas.tv