Menjelang Lebaran, jutaan warga Jakarta memilih tetap di kota, membuat destinasi wisata dan pusat perbelanjaan ramai luar biasa.
Menjelang Lebaran 2026, fenomena menarik muncul di Jakarta. Diperkirakan jutaan warga tidak mudik dan tetap di Ibu Kota. Hal ini berdampak pada potensi kepadatan di destinasi wisata dan pusat perbelanjaan, menuntut kesiapan ekstra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelola mobilitas serta kenyamanan masyarakat selama libur panjang.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.
Proyeksi Mobilitas Warga Jakarta Selama Lebaran 2026
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memproyeksikan sekitar 4.024.251 warga akan memilih untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta atau mudik selama Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Ibu Kota akan tetap beraktivitas di dalam kota. Prediksi ini menjadi dasar perencanaan strategis bagi pemerintah daerah.
Sebaliknya, sekitar 6.653.749 orang diperkirakan akan meninggalkan Jakarta untuk mudik. Data ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dishub DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, pada Jumat (13/3/2026). Perbandingan angka ini menyoroti pembagian signifikan antara warga yang mudik dan yang tidak.
Dengan jutaan warga yang tidak mudik, potensi kepadatan di berbagai lokasi wisata dan pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi sangat tinggi. Situasi ini memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengunjung. Antisipasi dini sangat krusial untuk mencegah penumpukan massa di titik-titik vital.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Destinasi Wisata Dan Pusat Perbelanjaan Yang Diprediksi Padat
Yayat Sudrajat mengindikasikan bahwa sekitar 4 juta warga yang tidak mudik tersebut akan memadati sejumlah lokasi wisata populer di Jakarta. Destinasi seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan diprediksi akan menjadi magnet utama bagi warga yang menghabiskan liburan di kota. Kesiapan pengelolaan pengunjung di lokasi-lokasi ini menjadi prioritas.
Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Monumen Nasional (Monas), dan Kawasan PIK juga diprediksi akan menjadi tujuan favorit. Keragaman pilihan destinasi ini menunjukkan preferensi masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai hiburan dan rekreasi yang ditawarkan Jakarta. Perlu koordinasi antar pengelola tempat wisata.
Tidak hanya destinasi wisata, beberapa pusat perbelanjaan juga diperkirakan akan sangat ramai. Kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok menjadi tiga lokasi utama yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja juga menjadi bagian integral dari perayaan Lebaran bagi warga Jakarta yang tidak mudik.
Baca Juga: Tragis! Pemotor Tewas Ditabrak Transjakarta di Gunung Sahari
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Dan Pengamanan
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi di lokasi-lokasi strategis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan berbagai rekayasa lalu lintas. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan sistem “contra flow”. Ini bertujuan untuk mengurai kemacetan pada jalur-jalur padat.
Selain itu, pembatasan kendaraan dengan metode ganjil genap juga menjadi pilihan untuk mengurangi volume kendaraan di area-area tertentu. Pembatasan mobilitas di kawasan wisata juga akan diberlakukan. Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiagakan total 2.082 personel, termasuk dari Dinas Perhubungan, untuk mendukung kegiatan Angkutan Lebaran 2026. Sarana pendukung meliputi 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 unit rambu portabel, dan 1.350 unit traffic cone atau water barrier. Sumber daya ini dialokasikan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran selama periode libur panjang.
Proyeksi Arus Mudik Dan Arus Balik
PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, yaitu H-3 Lebaran. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik agar dapat mengatur waktu keberangkatan dengan baik. Antisipasi kepadatan di jalan tol dan gerbang keluar masuk perlu diperhatikan.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan jatuh pada tanggal 23 Maret 2026, atau H+3 Lebaran. Data ini memberikan gambaran tentang kapan volume kendaraan akan kembali memadati jalur-jalur masuk menuju Jakarta. Masyarakat diharapkan dapat merencanakan kepulangan mereka sesuai dengan prediksi ini untuk menghindari kemacetan parah.
Yayat Sudrajat menambahkan bahwa proyeksi volume lalu lintas keluar Jakarta pada H-10 hingga H-11 Lebaran mencapai sekitar 3.671.078 kendaraan. Sedangkan proyeksi lalu lintas masuk Jakarta pada H-10 hingga H+10 diperkirakan 3.540.379 kendaraan. Angka-angka ini menunjukkan intensitas pergerakan kendaraan sangat tinggi selama libur Lebaran.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com