Sebanyak 10.000 buruh dari berbagai serikat pekerja dijadwalkan berkumpul di Jakarta untuk menyuarakan penolakan terhadap UMP yang dinilai belum mencukupi.
Aksi deklarasi ini menyoroti tingginya biaya hidup di ibu kota, kesenjangan upah, serta tuntutan kenaikan UMP dan kebijakan subsidi upah. Buruh berharap pemerintah daerah dan pusat segera merespons.
Simak kejadain di Jakarta terbaru yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di Info Kejadian Jakarta.
Ribuan Buruh Siap Deklarasi Tolak Upah Murah di Jakarta
Sekitar 10.000 buruh dari berbagai serikat pekerja dijadwalkan berkumpul di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin, 19 Januari 2026. Aksi tersebut bukan dalam bentuk demonstrasi turun ke jalan, melainkan deklarasi perjuangan buruh yang menyoroti isu upah murah dan desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan buruh yang hadir berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Menurutnya, deklarasi ini menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan pengupahan yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan pekerja, khususnya di wilayah ibu kota.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini akan berlangsung damai dan terorganisasi. Meski tidak berbentuk unjuk rasa besar di jalanan, deklarasi tersebut tetap membawa pesan kuat kepada pemerintah pusat dan daerah agar segera merespons tuntutan buruh secara serius.
Upah Minimum Jakarta Dianggap Belum Layak untuk Hidup
Salah satu tuntutan utama dalam deklarasi tersebut adalah penolakan terhadap besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 5,73 juta. Buruh menilai angka tersebut belum mencerminkan standar Kebutuhan. Hidup Layak (KHL) di Jakarta yang dikenal sebagai kota dengan biaya hidup tinggi.
Said Iqbal menyebutkan bahwa KSPI meminta agar UMP Jakarta dinaikkan menjadi minimal Rp 5,89 juta atau disesuaikan dengan KHL. Menurutnya, dengan UMP saat ini, banyak buruh terpaksa “nombok” atau menutup kekurangan biaya hidup dari utang maupun pekerjaan tambahan.
Ia menambahkan bahwa tingginya biaya transportasi, perumahan, pangan. Hingga pendidikan membuat upah Rp 5,73 juta sulit mencukupi kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan tujuan upah minimum sebagai jaring pengaman kesejahteraan buruh.
Baca Juga: Tragis! Driver Ojol Meregang Nyawa di Gatot Subroto, Sebuah Peringatan Untuk Kita Semua!
Perbandingan Pendapatan dan Biaya Hidup Jadi Sorotan
Dalam paparannya, Said Iqbal juga menyinggung data pendapatan per kapita DKI Jakarta berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Menurut data tersebut, pendapatan per kapita Jakarta mencapai sekitar 21.000 dolar AS per tahun atau setara Rp 343 juta.
Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara dengan Rp 28 juta per bulan. Namun, realitas yang dirasakan buruh sangat jauh dari angka tersebut, karena mayoritas pekerja hanya menerima sebagian kecil dari nilai pendapatan rata-rata tersebut.
Selain itu, ia mengacu pada survei biaya hidup yang menunjukkan bahwa kebutuhan hidup layak di Jakarta bisa mencapai Rp 15 juta per bulan. Kesenjangan inilah yang menurut buruh harus dijembatani melalui kebijakan upah yang adil dan intervensi pemerintah daerah.
Desakan Diskresi Gubernur dan Subsidi Upah
Melihat kondisi tersebut, KSPI mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menggunakan diskresi kebijakan guna membantu buruh. Salah satu opsi yang diajukan adalah pemberian subsidi upah sebagai pelengkap UMP agar buruh dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.
Said Iqbal menyebut subsidi upah dapat menjadi solusi jangka pendek di tengah keterbatasan kenaikan UMP. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga daya beli buruh sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah. Mengingat buruh merupakan penggerak utama konsumsi.
Menanggapi tuntutan tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung disebut telah melakukan diskresi dengan memberikan subsidi. Upah sebesar Rp 200 ribu kepada buruh. Meski demikian, serikat pekerja menilai langkah itu masih perlu diperluas dan disertai kebijakan struktural agar kesejahteraan buruh Jakarta benar-benar terjamin ke depan.
Simak berita update lainnya tentang Jakarta dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com