Dua insiden orang tertemper KRL terjadi hampir bersamaan di Kalideres dan Tebet, Jakarta, hingga mendorong KAI menyiapkan penutupan dua perlintasan liar.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta kini menyiapkan langkah penutupan permanen terhadap dua perlintasan liar yang menjadi lokasi kejadian. KAI menilai keberadaan jalur tersebut dapat membahayakan warga sekaligus mengganggu keselamatan perjalanan kereta. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Jakarta.
KAI Segera Tutup Dua Perlintasan Liar
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan pihaknya akan segera menutup dua perlintasan liar tersebut. KAI sebelumnya sudah memasukkan kedua lokasi itu dalam daftar perlintasan yang perlu ditutup.
Menurut Franoto, KAI telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, proses penutupan terkadang mendapat penolakan karena warga masih menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
“Perlintasan liar yang membahayakan perjalanan KA dan masyarakat, kita akan komunikasi dan koordinasi dengan kewilayahan setempat,” ujar Franoto kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Ia menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. KAI juga akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami risiko ketika melintas di jalur kereta tanpa fasilitas pengamanan yang memadai.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dua Kejadian Terjadi Sekitar Pukul 06.30 WIB
Kedua insiden tersebut terjadi pada waktu yang relatif sama, yakni sekitar pukul 06.30 WIB. Meski waktunya berdekatan, lokasi kejadian berada di dua lintasan KRL yang berbeda.
Peristiwa pertama terjadi pada lintas Bogor-Jakarta Kota di wilayah Tebet. Sementara itu, insiden lainnya berlangsung pada lintas Duri-Tangerang di kawasan Kalideres.
Kondisi ini kembali menunjukkan risiko yang muncul ketika masyarakat menggunakan jalur tidak resmi untuk menyeberangi rel. Kereta yang melaju di jalur tersebut membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga masinis tidak selalu dapat menghindari orang yang tiba-tiba masuk ke lintasan.
KAI pun mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan perlintasan liar, terutama ketika tidak ada petugas atau fasilitas keselamatan yang mengatur lalu lintas di lokasi.
Baca Juga: Misteri di Toilet Puskesmas Tambora! Wanita Melahirkan Sendiri, Bayinya Ditemukan Tak Bernyawa
Pelajar SMA Tewas di Kalideres
Insiden di Kalideres menewaskan seorang pelajar SMA berinisial DK (18). Korban tertemper KRL di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat.
Polisi menyebut DK sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Saat kejadian, korban membonceng ayahnya menggunakan sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kendaraan melintas di area perlintasan. KRL kemudian datang dan menabrak korban hingga menyebabkan kejadian fatal.
Petugas langsung melakukan penanganan setelah insiden terjadi. Polisi juga mengecek lokasi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas.
Kejadian tersebut menjadi perhatian karena melibatkan seorang pelajar yang sedang menjalankan aktivitas rutin pada pagi hari. Perlintasan tanpa pengamanan kembali menjadi sorotan setelah insiden itu.
Lansia 80 Tahun Tewas di Tebet
Insiden lainnya terjadi di Tebet, Jakarta Selatan. Korban merupakan seorang pria lanjut usia bernama Ishak yang berusia 80 tahun.
Polisi menemukan lokasi kejadian di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Kebon Baru, RT 06 RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi membenarkan identitas korban tersebut. Ishak diketahui merupakan warga sekitar lokasi.
Petugas kemudian melakukan pengecekan di lokasi untuk mengumpulkan informasi mengenai kejadian. Polisi juga mendalami kondisi di sekitar jalur kereta saat insiden berlangsung.
Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keamanan akses masyarakat di sekitar jalur rel, khususnya pada lokasi yang selama ini warga gunakan sebagai jalan pintas.
Penutupan Jadi Langkah Pencegahan
KAI menilai penutupan permanen menjadi salah satu langkah untuk mencegah kejadian serupa. Perusahaan akan berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan pihak terkait sebelum menjalankan penutupan.
Franoto mengatakan KAI tidak hanya mengandalkan penutupan fisik. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar warga memahami bahaya melintasi rel melalui jalur ilegal.
KAI berharap masyarakat memilih perlintasan resmi yang memiliki sistem pengamanan. Warga juga perlu mematuhi rambu dan petunjuk keselamatan setiap kali berada di sekitar jalur kereta.
Dengan penutupan dua perlintasan liar di Tebet dan Kalideres, KAI ingin mengurangi titik rawan yang dapat membahayakan warga maupun perjalanan KRL. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan transportasi kereta api di wilayah Jakarta.