Jakarta Barat – Wanita berinisial TA (23) melahirkan sendiri di toilet Puskesmas Tambora, lalu petugas menemukan bayi perempuan tak bernyawa dalam tempat sampah.
Wanita Datang ke Puskesmas Sebelum Melahirkan
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. TA awalnya datang ke Puskesmas Tambora dan mengambil antrean di Poli Umum.
Namun, kondisi TA kemudian berubah ketika ia merasakan keluhan yang membuatnya ingin segera pergi ke kamar mandi. Ia tidak langsung menuju ruang bersalin atau meminta bantuan tenaga medis.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat menjelaskan TA justru masuk ke toilet dan melahirkan seorang diri tanpa pendampingan petugas medis.
“Terus (TA) merasa anyang-anyangan. Umumnya kalau orang mau melahirkan pasti ke bidan langsung. Kalau ini enggak, ke poli umum dulu. Lagi anyang-anyangan, kemudian langsung ke kamar mandi itu. Dia lahirkan sendiri bayinya,” ujar Wahyu, Jumat (14/8/2026).
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bayi Ditemukan di Dalam Tempat Sampah
Situasi di puskesmas mulai terungkap ketika petugas kebersihan menemukan bercak darah di sekitar toilet. Petugas kemudian membersihkan area tersebut sebelum menemukan jasad bayi di dalam tempat sampah.
Pihak puskesmas langsung melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Tambora. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui rangkaian kejadian.
Wahyu mengatakan petugas menemukan bayi perempuan dalam kondisi tidak bernyawa. Polisi juga menemukan TA di lantai satu dalam kondisi pendarahan setelah melahirkan.
“Ditemukan bayi tak bernyawa, umur sembilan bulan. Kemudian Tim Reskrim berhasil menemukan orang tua bayi tersebut di lantai satu Puskesmas Tambora dengan keadaan pendarahan,” kata Wahyu.
Baca Juga: Massa Demo di OT Building Buntut Challenge Hafalan Qur’an demi Miras
Polisi Dalami Penyebab Bayi Meninggal
Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian bayi tersebut. Tim masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui kondisi bayi secara lebih jelas.
Berdasarkan keterangan awal, polisi menduga bayi terjatuh ke lantai ketika TA melahirkan seorang diri di toilet. Setelah itu, TA memasukkan bayi tersebut ke tempat sampah.
“Intinya, setelah melahirkan, bayi jatuh ke lantai. Kemudian dia langsung buang ke tempat sampah. Bayinya perempuan,” ujar Wahyu.
Hasil autopsi nantinya menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi membutuhkan hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian serta kondisi bayi sebelum petugas menemukan jasadnya.
TA Pingsan Akibat Mengalami Pendarahan
Setelah polisi menemukan TA, petugas sempat meminta keterangan singkat mengenai kejadian tersebut. Namun, kondisi TA memburuk sehingga ia kehilangan kesadaran.
Petugas kemudian segera membawa TA ke RSUD Cengkareng. Tim medis menangani pendarahan yang dialaminya dan memastikan kondisi kesehatannya mendapat perhatian lebih lanjut.
Kapolsek Tambora mengatakan penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam terhadap TA karena perempuan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Tanya-tanya sebentar saja, sudah pingsan. Terus dibawa, dirujuk cepat ke Cengkareng karena perlu penanganan medis, pendarahan,” kata Wahyu.
Polisi Segera Periksa Pihak Puskesmas
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk melengkapi informasi mengenai kejadian tersebut. Polisi juga akan meminta penjelasan dari pihak Puskesmas Tambora mengenai kondisi TA sebelum masuk ke toilet.
Pemeriksaan terhadap petugas puskesmas dapat membantu penyidik menyusun kronologi secara lebih lengkap. Polisi juga perlu mengetahui kapan petugas pertama kali menemukan bercak darah hingga menemukan bayi di tempat sampah.
Wahyu menyebut pihak Puskesmas Tambora akan memberikan keterangan kepada penyidik dalam waktu dekat.
“Dijadwalkan minggu ini sepertinya pihak puskesmas akan dimintai keterangan,” ucap Wahyu.
Hingga kini, polisi masih menunggu kondisi TA membaik agar penyidik dapat meminta keterangan secara langsung. Di sisi lain, proses autopsi terhadap bayi terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian secara medis.