Posted in

Waduk Jakarta Siap Redam Banjir Tahan Hujan Ekstrem hingga 221 mm/hari

Jakarta meningkatkan kapasitas waduk dan embung, termasuk Embung Kebagusan, untuk menahan hujan ekstrem hingga 221 mm per hari.

Banjir Tahan Hujan Ekstrem hingga 221 mm/hari

Infrastruktur ini dirancang menahan debit air berlebih, mereduksi banjir, dan melindungi warga di kawasan padat. Embung juga berfungsi sebagai cadangan air, resapan tanah, dan sarana edukasi masyarakat. Strategi ini bagian dari adaptasi Jakarta terhadap perubahan iklim.

Simak kejadain di Jakarta terbaru yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di Info Kejadian Jakarta.

Waduk Jakarta Siap Hadapi Hujan Ekstrem

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah meningkatkan kapasitas waduk dan embung agar mampu menampung air saat curah hujan ekstrem, bahkan lebih dari 150 mm per hari. Salah satu waduk yang mendapatkan perhatian khusus adalah Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan, infrastruktur air kini didesain dengan kapasitas lebih tinggi untuk menghadapi hujan lebat. “Sekarang, infrastruktur kami didesain dengan curah hujan di atas 200 mm per hari. Embung Kebagusan ini dirancang dengan intensitas 221 mm per hari,” ujarnya, Jumat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk mengantisipasi banjir dan meminimalkan risiko kerugian akibat curah hujan ekstrem. Selain mengurangi dampak banjir, embung juga membantu meningkatkan kesiapsiagaan kota dalam menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu.

Luas dan Lokasi Terbaik Untuk Penampungan Air

Embung Kebagusan terletak di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, dengan total luas mencapai dua hektare. Keberadaannya berfungsi sebagai penampung sementara air hujan sebelum dialirkan ke sungai utama.

Selain kapasitasnya yang besar, lokasi embung dipilih strategis untuk mereduksi debit banjir pada sistem saluran penghubung Kali Mampang-Krukut. Konsep ini memungkinkan air tertahan lebih dahulu sebelum mencapai titik pertemuan sungai.

Embung Kebagusan juga dilengkapi infrastruktur penunjang, termasuk pintu air dan area resapan. Semua fasilitas ini mendukung fungsi embung sebagai buffer alami, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat tentang pengelolaan air perkotaan.

Baca Juga: DKI Tingkatkan Pengendalian Banjir Dengan Empat Rumah Pompa Baru

Reduksi Debit Banjir Yang Signifikan

Reduksi Debit Banjir yang Signifikan

Sebelum hadirnya Embung Kebagusan, debit air pada sistem aliran Kali Mampang dan Krukut mencapai 30,07 meter kubik per detik saat hujan deras. Dengan keberadaan embung, debit ini berkurang menjadi 29,38 meter kubik per detik, atau berkurang sekitar 2,3 persen.

Ika Agustin menjelaskan, konsep pengelolaan ini menekankan penahanan air di hulu sebelum mengalir ke titik pertemuan sungai. “Sebelum aliran itu mengalir di pertemuan Kali Krukut dan Kali Mampang, di hulunya kami tangkap terlebih dulu di Embung Kebagusan. Harapannya, sampai di Kali Mampang sudah terjadi penurunan,” katanya.

Reduksi debit ini menjadi langkah penting dalam mencegah banjir di wilayah padat penduduk Jakarta Selatan. Selain itu, embung berfungsi sebagai cadangan air untuk kebutuhan irigasi dan resapan tanah, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk mitigasi banjir.

Jakarta Siap Tangani Hujan Ekstrem Dengan Strategi Baru

Pemerintah DKI Jakarta menegaskan pentingnya infrastruktur tanggap curah hujan ekstrem sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim. Embung dan waduk baru yang dibangun disesuaikan dengan prediksi intensitas hujan ekstrem, termasuk yang mencapai lebih dari 200 mm per hari.

Selain Embung Kebagusan, sejumlah embung lain di Jakarta juga tengah ditingkatkan kapasitasnya. Strategi ini diharapkan tidak hanya menahan banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan, menambah ruang terbuka hijau, dan mendukung sistem drainase perkotaan.

Para pakar lingkungan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi untuk memaksimalkan fungsi embung. Dengan pengelolaan yang tepat, embung bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir dan menjaga keberlanjutan kota Jakarta.

Simak berita update lainnya tentang Jakarta dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Jakarta.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari antaranews.com
  2. Gambar Kedua dari kompas.id