Kali ini, aparat berhasil membongkar sindikat yang melibatkan jaringan Malaysia, China, hingga Medan yang beroperasi masuk ke Jakarta.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 15 orang tersangka dan menyita sabu dalam jumlah besar. Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus menonjol karena melibatkan banyak lokasi dan jaringan yang terhubung lintas negara. Aparat juga menemukan pola distribusi yang rapi dan terorganisir, sehingga penyelidikan membutuhkan waktu dan koordinasi yang cukup intens.’
Jaringan Lintas Negara Masuk ke Jakarta
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, menjelaskan bahwa jaringan ini membawa sabu dari luar negeri menuju Indonesia melalui beberapa jalur. Polisi menemukan aktivitas sindikat di enam lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Dari hasil penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 15 tersangka yang memiliki peran berbeda dalam jaringan. Sebagian bertugas sebagai kurir, sementara lainnya berperan sebagai pengedar yang mengatur distribusi barang di lapangan.
Polisi menyebut jaringan ini bukan kelompok kecil. Mereka memiliki struktur kerja yang cukup rapi sehingga barang bisa bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa mudah terdeteksi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
108 Kilogram Sabu Disita Polisi
Dalam pengungkapan ini, polisi menyita sekitar 108 kilogram sabu sebagai barang bukti utama. Jumlah ini menunjukkan skala operasi yang cukup besar dan berpotensi merusak banyak wilayah jika tidak segera dihentikan.
Selain sabu, aparat juga menemukan barang bukti lain yang mendukung aktivitas distribusi narkotika. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut sudah berjalan cukup lama.
Polisi kini masih mendalami alur masuk barang dan kemungkinan adanya pelaku lain yang belum tertangkap. Penyidik juga menelusuri kemungkinan jalur distribusi yang lebih luas di luar Jakarta.
Baca Juga: Catat! Jalanan Jakarta Bebas Ganjil Genap 2 Hari, Cek Lokasinya di Sini
Home Industry Ekstasi di Apartemen Jakarta
Selain sabu, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga membongkar praktik produksi ekstasi rumahan atau home industry di sebuah apartemen di Jakarta. Jaringan ini diduga berasal dari China dan beroperasi secara tersembunyi.
Aparat menemukan dua tersangka yang memiliki peran berbeda dalam proses produksi. Satu orang bertugas menyediakan bahan baku sekaligus peralatan, sementara pelaku lainnya membantu proses pencetakan ekstasi.
Modus ini cukup berbahaya karena pelaku memanfaatkan apartemen sebagai lokasi produksi agar tidak mencurigakan. Mereka menyamarkan aktivitas ilegal tersebut sebagai kegiatan penghuni biasa.
Ribuan Barang Bukti Ekstasi Diamankan
Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita 653 butir ekstasi siap edar serta 16.695 gram serbuk ekstasi. Jumlah ini menunjukkan bahwa produksi berjalan dalam skala besar, bukan sekadar percobaan kecil.
Pelaku menyimpan bahan baku dan hasil produksi di dalam unit apartemen untuk menghindari deteksi aparat. Pola ini membuat aktivitas mereka sulit terendus jika tidak melalui pengawasan intensif.
Polisi kini mendalami rantai pasokan bahan prekursor yang digunakan dalam produksi narkotika tersebut. Penyidik juga mengejar kemungkinan jaringan lain yang terhubung dengan para pelaku.
Pengungkapan Jaringan Medan–Jakarta dan Ganja 220 Kg
Dalam operasi lain yang masih satu rangkaian, polisi juga mengungkap jaringan narkotika dari Medan ke Jakarta. Di kasus ini, aparat menangkap 28 tersangka di 16 lokasi berbeda.
Petugas juga menyita 220 kilogram ganja yang siap diedarkan. Para tersangka memiliki peran sebagai kurir dan pengedar yang mengatur distribusi barang di beberapa wilayah.
Kombinasi pengungkapan ini menunjukkan bahwa Polda Metro Jaya tengah menghadapi jaringan narkotika yang bergerak luas dengan berbagai jenis barang terlarang. Polisi menegaskan akan terus memburu jaringan lain yang masih beroperasi.
Dengan pengungkapan ini, aparat berharap dapat memutus rantai distribusi narkotika yang masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap aktor utama di balik jaringan internasional tersebut.