Posted in

Digitalisasi Parkir, DKI Jakarta Optimalkan Pendapatan Retribusi

Ibu Kota Jakarta terus berinovasi dalam mengelola berbagai sektor publiknya, termasuk sistem perparkiran modern dan digitalisasi layanan.

Digitalisasi Parkir, DKI Jakarta Optimalkan Pendapatan Retribusi

​Upaya terbaru Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran adalah memassifkan digitalisasi sistem parkir.​

Berikut ini, akan memberikan langkah strategis yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dari retribusi parkir, tetapi juga untuk menekan potensi kebocoran serta mengoptimalkan fungsi parkir sebagai instrumen vital dalam pengendalian lalu lintas kota yang padat.

Digitalisasi, Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah

Kepala UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta, Masdes Arouffy, menegaskan komitmen mereka. Peningkatan pendapatan dari sektor perparkiran menjadi fokus utama unit kerja pemungut retribusi ini. Digitalisasi dipilih sebagai metode paling efektif untuk mencapai target tersebut, tanpa mengesampingkan peran parkir dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Strategi digitalisasi ini mencakup perluasan penerapan sistem pembayaran parkir nontunai. Terutama, fokusnya adalah pada lokasi-lokasi yang selama ini masih mengandalkan metode konvensional atau pembayaran tunai. Ini adalah langkah maju yang signifikan menuju modernisasi pengelolaan parkir di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Uji coba pembayaran parkir nontunai telah menunjukkan hasil positif. Di Jalan Pintu Air Raya, Jakarta Pusat, sistem pembayaran menggunakan QRIS dan kartu uang elektronik telah memasuki pekan kedua pelaksanaannya. Penggunaan teknologi ini menandai era baru pengelolaan parkir yang lebih efisien dan transparan.

Transaksi Nontunai, Praktis, Aman, Dan Efisien

Penggunaan QRIS untuk pembayaran parkir dilakukan dengan memindai ponsel juru parkir. Sementara itu, untuk kartu uang elektronik, digunakan perangkat ‘mobile point of sales’ (m-POS) yang praktis. Sistem m-POS ini adalah solusi kasir portabel berbasis perangkat lunak yang beroperasi pada ponsel pintar atau tablet.

M-POS memungkinkan pemrosesan transaksi penjualan, manajemen inventaris, dan pembayaran secara nontunai dengan sangat efisien. Teknologi ini mempermudah proses pembayaran, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan kecepatan transaksi di lapangan. Kehadiran m-POS menjadi salah satu pilar utama dalam modernisasi sistem perparkiran Jakarta.

Berdasarkan hasil uji coba selama delapan hari, Masdes mengungkapkan adanya peningkatan penerimaan yang signifikan. Pendapatan harian yang biasanya sekitar Rp1,1 juta, kini bisa mencapai lebih dari Rp2 juta. Angka ini hampir dua kali lipat dari sistem sebelumnya, menunjukkan potensi besar digitalisasi.

Baca Juga: Pamit Kerja, Pemuda di Jakarta Barat Tenggelam Tragis di Kali Cengkareng Drain!

Ekspansi Digitalisasi Dan Pengelolaan Parkir Terintegrasi

Ekspansi Digitalisasi Dan Pengelolaan Parkir Terintegrasi

Melihat keberhasilan uji coba, UP Perparkiran berencana untuk mereplikasi sistem ini ke lokasi-lokasi parkir lainnya di Jakarta. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, memastikan bahwa seluruh titik parkir dapat merasakan manfaat digitalisasi. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem perparkiran yang terintegrasi dan modern.

Digitalisasi parkir ini diterapkan baik untuk pengelolaan secara swakelola maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dalam skema kerja sama dengan pihak ketiga, diberlakukan skema bagi hasil dengan operator parkir. Hal ini memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapatkan keuntungan yang adil dari sistem yang lebih efisien.

Masdes juga menanggapi isu maraknya parkir liar. Ia menjelaskan bahwa praktik ini umumnya terjadi pada parkir tepi jalan (on street) yang belum masuk dalam lokasi binaan resmi Dishub DKI. Digitalisasi diharapkan dapat membantu meminimalkan praktik parkir liar dengan menyediakan alternatif parkir resmi yang lebih mudah diakses dan transparan.

Optimalisasi Pendapatan Dan Penataan Tata Ruang Kota

Peningkatan retribusi parkir melalui digitalisasi adalah langkah penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Dana ini dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik lainnya. Dengan begitu, digitalisasi parkir tidak hanya menguntungkan Dishub, tetapi juga seluruh masyarakat Jakarta.

Selain aspek pendapatan, digitalisasi parkir juga berkontribusi pada penataan tata ruang kota. Dengan sistem yang lebih terorganisir dan transparan, diharapkan kemacetan lalu lintas akibat parkir sembarangan dapat berkurang. Ini sejalan dengan fungsi parkir sebagai instrumen pengendalian lalu lintas.

Melalui upaya digitalisasi ini, Dishub DKI Jakarta menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan efisien. Jakarta bergerak maju menuju kota pintar dengan pengelolaan perparkiran yang modern, demi kenyamanan dan kesejahteraan warganya

Ikuti terus rangkuman informasi menarik dan akurat tentang Jakarta yang memperluas pengetahuan Anda di .


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com