Masalah banjir dan peningkatan angka pengangguran menjadi dua tantangan utama yang cukup besar dihadapi di ibu kota Jakarta.

Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memberikan solusi menyeluruh yang mengedepankan sinergi antar daerah, peningkatan infrastruktur, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat guna memperbaiki kualitas hidup dan daya saing warga.
Berikut ini Info Kejadian Jakarta akan memberikan strategi yang dilontarkan Rano Karno dalam menghadapi persoalan banjir dan pengangguran di Jakarta.
Sinergi Antar Wilayah Penyangga Untuk Penanganan Banjir
Rano Karno menegaskan bahwa penanganan banjir Jakarta tidak bisa dilakukan secara parsial oleh Pemerintah Provinsi DKI saja. Kota ini harus bekerjasama dengan pemerintah daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Karena banjir yang terjadi di Jakarta mayoritas merupakan kiriman dari wilayah tersebut, kolaborasi lintas wilayah secara terpadu menjadi kunci untuk mencegah genangan secara efektif.
Selain itu, pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui Program Strategis Nasional (PSN) dengan alokasi dana sekitar Rp5,7 triliun khusus untuk pengendalian banjir, sehingga mempercepat penyelesaian penanganan banjir di Jakarta, terutama di Sungai Ciliwung.
Fokus pada Infrastruktur Pendukung Pengendalian Banjir
Dalam rangka mengurangi risiko genangan, Rano Karno mendorong percepatan pengerukan sedimentasi di sungai dan waduk, supaya daya tampung air bertambah. Pengerukan ini harus dilakukan secara rutin dan proaktif, tidak menunggu banjir terjadi baru dikerjakan.
Selain itu, infrastruktur seperti pembangunan waduk, sumur resapan, embung, dan tanggul pengaman pantai terus ditingkatkan. Pengembangan jalur sodetan untuk membantu aliran sungai juga menjadi prioritas utama guna mereduksi banjir kiriman.
Pendekatan ini diibaratkan seperti “membenahi rumah” dengan menutup kebocoran air di titik terendah yang rawan banjir agar solusi yang diterapkan lebih efektif dan berkesinambungan.
Penanganan Darurat dan Pemantauan Wilayah Terdampak
Rano Karno secara aktif meninjau lokasi banjir terdampak dan memastikan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kondisi warga terdampak dipantau secara dekat agar bantuan logistik dan medis terpenuhi tepat waktu.
Upaya distribusi bantuan makanan siap saji, handuk, dan layanan lain telah disiapkan secara maksimal agar warga yang mengungsi merasa tertangani dengan baik.
Pemprov DKI juga terus melakukan pemetaan wilayah rawan banjir agar data terkini dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan langkah antisipasi berikutnya.
Baca Juga: RS Polri Berhasil Identifikasi Empat Jenazah Kebakaran Tebet
Pelatihan Kerja dan Program Pengentasan Pengangguran

Selain masalah banjir, Rano Karno juga fokus mengatasi pengangguran di Jakarta dengan pendekatan pelatihan kerja. Program Mobile Training Unit (MTU) digalakkan untuk memberikan pelatihan keterampilan praktis kepada masyarakat seperti las, tata rias, pemrograman komputer, desain grafis, pelayanan, dan pelatihan kewirausahaan.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan daya saing para peserta serta membuka peluang menciptakan lapangan kerja mandiri.
Penyederhanaan persyaratan pendidikan, misalnya dengan membolehkan lulusan SD mengikuti pelatihan dan bekerja sebagai petugas lapangan (PPSU), Hal ini diterapkan untuk menambah luas kesempatan kerja terutama bagi generasi muda.
Penyediaan Hunian Terjangkau dan Infrastruktur Pendukung
Rano Karno mendukung program Hunian Terjangkau Milik (HTM). Langkah ini memberikan kemudahan kepemilikan rumah tanpa uang muka (DP 0 rupiah) dan bunga tetap rendah. Harapannya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memperoleh hunian layak sehingga tidak lagi tinggal di daerah rawan banjir.
Pemerintah juga menggandeng swasta dan BUMN/BUMD dalam pembangunan rumah susun vertikal (Rusunami) dengan konsep mixed-used development. Hal ini yang mengintegrasikan tempat tinggal, pusat bisnis, dan akses transportasi dalam satu kawasan guna mendorong efisiensi sosial-ekonomi.
Optimalisasi Transportasi dan Lingkungan Hidup
Dalam kerangka pengurangan kemacetan dan peningkatan kualitas hidup, Rano Karno juga mengajak masyarakat beralih ke moda transportasi umum massal. Program Transit Oriented Development (TOD) dikembangkan untuk menghubungkan hunian vertikal dengan jaringan transportasi publik sehingga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Lingkungan hidup menjadi perhatian khusus dalam pengendalian banjir dan pengangguran. Pengelolaan ruang terbuka hijau dan ekosistem lahan basah mendapat perhatian guna meningkatkan daya serap air dan kualitas udara bagi masyarakat kota.
Kesimpulan
Rano Karno mengusung pendekatan menyeluruh dan terintegrasi untuk mengatasi persoalan banjir dan pengangguran di Jakarta. Dari sinergi antar pemerintah daerah dan pusat, percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir, pelatihan kerja bagi masyarakat, hingga penyediaan hunian terjangkau dan penguatan transportasi publik, semua dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga ibu kota.
Langkah-langkah strategis tersebut diharapkan mampu menciptakan Jakarta yang lebih tangguh terhadap bencana banjir. Ia juga membuka peluang kerja yang nyata bagi masyarakat, guna mewujudkan kota yang nyaman, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat dan instansi menjadi kunci utama keberhasilan program-program tersebut. Untuk informasi lengkap dan terkini mengenai berbagai kejadian penting di Jakarta, termasuk aksi buruh, aturan lalu lintas, dan event kota, kunjungi sumber berita terpercaya Info Kejadian Jakarta berikut ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari m.beritajakarta.id