Seorang pemotor tewas tertemper KA Bandara Soetta di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, simak kronologi kejadian, dugaan penyebab kecelakaan.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper KA Bandara Soetta di kawasan Kalideres, Jakbar. Peristiwa tragis ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.
Kronologi Kejadian di Perlintasan Rel
Peristiwa nahas itu terjadi pada pagi hari ketika arus lalu lintas di sekitar Kalideres terbilang cukup padat. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga mencoba melintasi rel saat kereta bandara tengah melaju dari arah pusat kota menuju Bandara Internasional.
Beberapa warga menyebutkan bahwa sirene peringatan telah berbunyi sebelum kereta melintas. Namun, korban yang mengendarai sepeda motor diduga tetap menerobos perlintasan. Dalam hitungan detik, kereta yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi tidak dapat berhenti mendadak dan akhirnya menabrak pengendara tersebut.
Benturan keras membuat korban terpental beberapa meter dari titik tabrakan. Petugas keamanan dan warga sekitar segera mendekat untuk memberikan pertolongan. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang diderita.
Respons Operator dan Aparat
Pihak operator kereta bandara, yang dikelola oleh PT Railink Indonesia, menyampaikan bahwa masinis telah membunyikan klakson peringatan sesuai prosedur sebelum melintasi perlintasan tersebut. Namun, jarak yang terlalu dekat membuat upaya pengereman darurat tidak mampu menghindari tabrakan.
Dalam keterangannya, pihak operator menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta selalu menjadi prioritas utama. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan tidak menerobos palang pintu, terutama saat sinyal peringatan sudah aktif.
Aparat kepolisian turut melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi bagian dari proses pendalaman kasus.
Baca Juga: Tenang Kembali! Pagar Baru SMPN 182 Jaksel Lindungi Siswa Usai Tembok Roboh
Kondisi Perlintasan dan Faktor Risiko
Perlintasan rel di kawasan Kalideres dikenal cukup ramai karena menjadi jalur penghubung permukiman dan akses menuju jalan utama. Meski sudah dilengkapi dengan palang pintu dan sinyal peringatan, potensi pelanggaran tetap ada, terutama saat pengendara terburu-buru.
Faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan di perlintasan sebidang. Banyak pengendara yang mengabaikan rambu, menerobos palang, atau memaksakan diri melintas meski kereta sudah terlihat dari kejauhan.
Selain itu, jarak pandang dan kondisi lalu lintas yang padat dapat memengaruhi konsentrasi pengendara. Dalam kasus ini, dugaan sementara mengarah pada kelalaian pengendara yang tidak memperhitungkan kecepatan kereta yang melintas menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Dampak Terhadap Perjalanan KA Bandara
KA Bandara Soetta merupakan moda transportasi penting yang menghubungkan pusat kota dengan bandara. Kereta ini menjadi pilihan banyak penumpang karena dianggap cepat, bebas macet, dan memiliki jadwal yang relatif tepat waktu.
Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta sempat mengalami gangguan sementara. Sejumlah penumpang dilaporkan harus menunggu lebih lama dari jadwal semula. Meski demikian, operator memastikan layanan kembali normal setelah proses evakuasi dan pemeriksaan jalur selesai dilakukan.
Gangguan seperti ini tidak hanya berdampak pada jadwal, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan jika masyarakat tidak disiplin di area perlintasan. Oleh sebab itu, peningkatan pengawasan dan edukasi dinilai sangat penting.
Imbauan Keselamatan Bagi Pengguna Jalan
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan di perlintasan kereta api. Saat sirene berbunyi atau palang mulai turun, pengendara wajib berhenti dan menunggu hingga kereta benar-benar melintas.
Kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak. Dalam kondisi tertentu, masinis membutuhkan ratusan meter untuk menghentikan laju kereta secara penuh. Karena itu, keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.
Pemerintah dan operator transportasi juga terus mendorong penutupan perlintasan liar serta pembangunan flyover atau underpass di titik rawan. Namun, tanpa kesadaran masyarakat, risiko kecelakaan tetap sulit ditekan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikNews
- Gambar Kedua dari RCTI+