Pengelolaan sampah di Jakarta masih terkendala rendahnya kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah dari sumber.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menegaskan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup, tetapi perlu kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dari kota hingga RT/RW untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.
Dorongan Kolaborasi dari Tingkat Wilayah
Hardiyanto Kenneth menegaskan bahwa penanganan sampah di Jakarta harus melibatkan seluruh struktur pemerintahan wilayah, mulai dari Wali Kota, Kecamatan, Kelurahan, Sudin Lingkungan Hidup, hingga RT/RW. Ia menilai tanpa keterlibatan aktif semua pihak, persoalan sampah tidak akan terselesaikan secara menyeluruh.
“Camat, lurah, Sudin LH per wilayah harus bisa berkolaborasi karena sampai hari ini masyarakat masih banyak yang belum paham soal pengelolaan sampah. Karena itu edukasi harus dilakukan secara gencar, rutin, dan konsisten, jangan hanya sesekali lalu selesai,” ujar Kent dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas wilayah penting untuk memastikan edukasi dan pengawasan berjalan efektif hingga tingkat masyarakat paling bawah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Edukasi dan Pengawasan sebagai Langkah Jangka Pendek
Menurut Kenneth, persoalan utama pengelolaan sampah di Jakarta bukan hanya pada proses pengangkutan, tetapi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya. Kondisi ini membutuhkan langkah cepat dari pemerintah wilayah.
Ia menekankan bahwa pendekatan jangka pendek harus difokuskan pada edukasi yang intensif serta pengawasan langsung di lapangan. Aparat wilayah diminta lebih aktif turun ke masyarakat secara berkala.
Selain itu, ia juga mendorong gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga agar dapat menjadi kebiasaan di tingkat warga.
Baca Juga: Siap-Siap! Besok Ada Pembuatan Kartu Gratis Transjakarta di CFD, Ini Lokasinya
Pelajaran dari Krisis Sampah Jakarta
Kenneth mengingatkan bahwa Jakarta pernah mengalami krisis sampah pada masa Gubernur Sutiyoso ketika akses menuju TPST Bantargebang terganggu akibat konflik sosial. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta membuka kawasan Nagrak sebagai lokasi penampungan darurat.
Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Jakarta masih sangat bergantung pada sistem angkut dan buang. Kondisi ini perlu segera diubah agar tidak kembali menimbulkan krisis di masa mendatang.
“Pada masa Bang Yos, Jakarta pernah mengalami krisis sampah besar ketika pelayanan TPST Bantargebang terganggu,” ujar Kent dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Dorongan Transformasi Sistem Pengelolaan Sampah
Kenneth menilai Jakarta harus mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi mengolah. Ia menekankan pentingnya penguatan TPS 3R, bank sampah, serta teknologi pengolahan sampah modern.
Ia juga meminta pemerintah menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama, termasuk penerapan sistem evaluasi berbasis reward dan punishment bagi perangkat daerah.
Menurutnya, tanpa evaluasi yang tegas, program pengelolaan sampah akan sulit mencapai target yang diharapkan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Evaluasi Sistem
Kenneth menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi. Melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Ia menyebut keterlibatan sekolah, pasar, pelaku usaha, hingga RT/RW sangat penting.
Kenneth juga mendorong adanya integrasi lintas wilayah agar penanganan sampah lebih efektif dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia berharap momentum evaluasi ini dapat menjadi titik perubahan menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, disiplin, dan berkelanjutan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com