Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keamanan dan kondusivitas ibu kota.
Kolaborasi kedua pihak diharapkan memperkuat harmoni sosial, menekan potensi konflik, dan mendukung keberhasilan program sosial. Dengan komunikasi yang baik, edukasi, serta dukungan moral dari tokoh agama, Jakarta dapat menjadi kota yang aman, nyaman, dan harmonis.
Simak kejadain di Jakarta terbaru yang akan di bahas di bawah ini yang hanya ada di Info Kejadian Jakarta.
Pramono Tekankan Sinergi Ulama dan Umara di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas ibu kota. Menurut Pramono, kolaborasi kedua pihak menjadi kunci agar Jakarta tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
Pramono menilai, peran ulama dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual sangat vital, sementara umara memiliki tanggung jawab dalam penegakan aturan dan pelayanan publik. Sinergi keduanya akan memperkuat harmoni sosial dan mencegah potensi konflik di masyarakat.
Menurutnya, menjaga kondusivitas bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga terkait kesejahteraan masyarakat, penyebaran informasi yang benar, serta pembangunan karakter warga Jakarta. Dengan sinergi yang baik, Jakarta diharapkan menjadi contoh kota yang harmonis dan berdaya saing tinggi.
Kolaborasi Ulama dan Umara Dorong Program Sosial
Pramono juga menyoroti pentingnya kolaborasi ulama dan umara dalam berbagai program sosial, terutama yang menyentuh masyarakat lapisan bawah. Ia menekankan bahwa program-program pemerintah akan lebih efektif jika mendapat dukungan moral dan pemahaman dari tokoh agama.
Beberapa contoh sinergi yang sudah dijalankan termasuk program pendidikan agama di sekolah, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan sosial berbasis komunitas. Ulama berperan sebagai penghubung moral dan spiritual, sementara umara menyediakan fasilitas, regulasi, dan anggaran yang diperlukan.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam program sosial juga meningkat ketika ada dukungan dan penjelasan dari ulama yang dipercaya warga. “Kolaborasi ini memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban dan kebersamaan,” kata Pramono.
Baca Juga: Miris! Aktivitas Asusila Terjadi Di Taman Kota Cawang, Barang Bukti Ditemukan
Peran Komunikasi dan Edukasi Dalam Menjaga Kondusivitas
Selain kerja sama praktis, Pramono menekankan pentingnya komunikasi dan edukasi sebagai alat menjaga kondusivitas. Informasi yang akurat, transparan, dan mudah diterima masyarakat mampu mencegah salah paham, hoaks, atau konflik horizontal di DKI Jakarta.
Ulama dapat membantu menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial melalui ceramah, kajian, dan media komunitas. Sementara itu, umara bertugas memastikan regulasi dan kebijakan pemerintah dikomunikasikan dengan jelas serta diterapkan secara adil. Kedua peran ini saling melengkapi dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Pramono menambahkan bahwa penggunaan teknologi informasi juga menjadi media strategis untuk menjangkau masyarakat luas. Kampanye digital, media sosial, serta aplikasi resmi pemerintah dapat mempermudah penyampaian pesan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Tantangan dan Langkah Kedepan
Meski banyak inisiatif telah dilakukan, Pramono mengakui masih terdapat tantangan dalam menjaga kondusivitas DKI. Perbedaan budaya, latar belakang sosial, serta tekanan ekonomi kadang menimbulkan potensi gesekan antarwarga. Oleh karena itu, kerja sama ulama dan umara menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Ke depan, Pramono berharap sinergi ini tidak hanya bersifat temporer atau reaktif, tetapi menjadi budaya yang tertanam dalam masyarakat Jakarta. Peningkatan kapasitas ulama dalam penyuluhan sosial dan peningkatan koordinasi umara dalam implementasi kebijakan menjadi prioritas.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya komitmen bersama. “Kondusivitas Jakarta adalah tanggung jawab kita semua. Sinergi antara ulama dan umara adalah fondasi yang tidak bisa ditawar untuk mencapai kota yang aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkas Pramono.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari m.beritajakarta.id