Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian modul BTS yang menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Aksi kelompok tersebut tidak hanya menyebabkan gangguan sinyal, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi operator telekomunikasi. Polisi menemukan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan rapi menggunakan pengetahuan teknis yang mereka miliki.
Bareskrim Bongkar Aksi Pencurian Modul BTS Lintas Wilayah
Satresmob Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pencurian dan penadahan perangkat modul BTS yang beroperasi di beberapa daerah. Kasat Resmob Mabes Polri Kombes Arsya Khadafi menjelaskan bahwa aksi para pelaku sempat membuat ribuan pelanggan mengalami gangguan layanan internet dan seluler.
Kasus ini bermula dari laporan PT Smart XL Telecom Sejahtera yang kehilangan sejumlah perangkat modul BTS secara berulang. Hilangnya komponen penting tersebut berdampak langsung terhadap kestabilan jaringan komunikasi masyarakat.
Setelah menerima laporan, Bareskrim bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Ciracas untuk melakukan penyelidikan. Polisi kemudian mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV dan informasi lapangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Menyamar Sebagai Teknisi untuk Melancarkan Aksi
Dalam penyelidikan, polisi menemukan modus yang digunakan para pelaku. Mereka menyamar sebagai teknisi resmi dengan membawa peralatan kerja agar tidak menarik perhatian warga sekitar.
Para pelaku juga menggunakan kendaraan operasional seperti teknisi jaringan pada umumnya. Dengan memanfaatkan pengalaman sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi, mereka bisa membongkar kotak modul BTS tanpa menimbulkan kecurigaan.
Polisi menduga kelompok tersebut memahami sistem kerja perangkat telekomunikasi sehingga mampu menentukan lokasi dan waktu yang tepat untuk menjalankan aksinya.
Baca Juga: 15 Orang Sindikat Narkoba China-Malaysia Dibekuk, 108 Kg Sabu Disita
Sejumlah Tersangka Ditangkap, Penadah Ikut Diburu
Bareskrim menangkap beberapa tersangka dengan peran berbeda dalam jaringan tersebut. AN dan ASA berperan sebagai pelaku pencurian langsung, sementara RR bertugas membantu membobol lokasi tertentu karena memiliki pengalaman sebagai teknisi instalasi jaringan.
Polisi juga menangkap GA yang berperan sebagai penadah sekaligus pengepul barang hasil pencurian. Dari pemeriksaan terhadap AN, penyidik menemukan sejumlah transaksi mencurigakan yang mengarah kepada aliran dana dalam jaringan tersebut.
Selain tersangka yang sudah diamankan, polisi masih mengejar beberapa orang lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), termasuk penadah lokal di beberapa wilayah.
Modul BTS Curian Diduga Dikirim ke Luar Negeri
Hasil penyelidikan menunjukkan sindikat tersebut memiliki jaringan yang lebih luas. Polisi menduga pelaku mengumpulkan modul BTS curian sebelum mengirimkannya ke luar negeri melalui jasa ekspedisi.
Bareskrim menyebut seorang warga negara asing berinisial Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand, berperan mengarahkan pengiriman barang tersebut. Polisi masih menelusuri jalur distribusi internasional untuk membongkar seluruh jaringan.
Selain wilayah Jakarta, polisi juga menemukan aktivitas pencurian di Banten. Di wilayah tersebut, pelaku mencuri sejumlah modul BTS dari beberapa lokasi menggunakan kendaraan berbeda.
Kerugian Capai Puluhan Miliar, Polisi Kejar Pelaku Lain
Dari hasil pengungkapan kasus, Bareskrim mengamankan 38 unit modul BTS berbagai tipe, sejumlah telepon genggam, identitas pelaku, serta kendaraan yang digunakan saat beraksi.
Polisi memperkirakan kerugian materiil yang dialami operator telekomunikasi mencapai sekitar Rp60 miliar. Selain kerugian finansial, masyarakat juga merasakan dampak besar karena gangguan komunikasi dapat menghambat pekerjaan, bisnis, dan aktivitas sehari-hari.
Para tersangka menghadapi ancaman hukuman melalui pasal pencurian dengan pemberatan serta penadahan. Bareskrim memastikan pihaknya terus memburu pelaku lain dan memutus jalur distribusi barang curian agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Pengungkapan ini menjadi perhatian karena perangkat BTS merupakan bagian penting dari infrastruktur komunikasi. Polisi mengingatkan bahwa pencurian komponen jaringan bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu kebutuhan komunikasi masyarakat luas.