Jalan di kawasan Dewi Sartika, Jakarta Timur, mengalami kerusakan amblas yang menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.
Warga Jakarta Timur dikejutkan longsor jalan di Jalan Dewi Sartika, kawasan Cawang, yang bikin arus lalu lintas macet parah dan ancam keselamatan pengendara. Lubang besar muncul tiba-tiba akibat longsor tanah, picu keluhan warga soal perawatan infrastruktur. Kondisi ini ganggu aktivitas harian ribuan pengguna jalan, tuntut perbaikan cepat dari pemerintah DKI.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Kronologi Longsor Jalan Dewi Sartika
Longsor terjadi Senin (13/4/2026) siang di simpang Jalan Dewi Sartika-Cawang, tepat depan Terminal Cawang. Lubang lebar 3 meter dalamnya 2 meter tiba-tiba muncul, telan sebagian aspal. Pengendara panik hindari area bahaya, picu kemacetan hingga Tebet.
Saksi mata sebut getaran truk berat jadi pemicu awal. “Tiba-tiba tanah ambles, untung sopir selamat lompat,” kata warga setempat. Pagar pembatas jalan ikut ambruk, material longsor campur lumpur deras akibat hujan sebelumnya.
Petugas Satpol PP Jakarta Timur sigap pasang rambu dilarang lewat dan spanduk peringatan. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif Jalan Mayjen Sutoyo, meski tetap padat saat jam sibuk pagi-sore.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Keluhan Warga dan Dampak Ekonomi
Warga Jatinegara dan Cawang mengeluhkan terganggunya akses utama akibat kondisi tersebut. Aktivitas harian ikut terdampak, mulai dari keterlambatan anak sekolah hingga menurunnya pembeli di warung makan. Kemacetan juga memperpanjang waktu perjalanan hingga 1–2 jam dan merugikan sopir angkot serta ojek online.
Peristiwa longsor ini bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut. Warga menyebut curah hujan ekstrem pada 2026 menjadi pemicu jebolnya drainase. Ibu Siti, seorang warga, mengaku sudah beberapa kali melapor namun perbaikan berjalan lambat.
Data Dinas Perhubungan DKI mencatat terdapat 150 insiden jalan rusak di Jakarta Timur sepanjang tahun ini. Warga juga menuntut transparansi penggunaan anggaran perbaikan infrastruktur sebesar Rp500 miliar dalam APBD 2026.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam! Curanmor Bersenpi Beraksi di RS Duren Sawit
Respons Pemerintah dan Penanganan Darurat
Dinas Bina Marga DKI Jakarta turun tangan dengan estimasi biaya perbaikan sekitar Rp300 juta. Tim geoteknik melakukan pengecekan kestabilan tanah dan memasang sheet pile sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Perbaikan darurat ditargetkan selesai dalam waktu 48 jam.
Wakil Gubernur DKI Rano Karno menginstruksikan percepatan penanganan dengan menekankan prioritas keselamatan warga. Ia juga mengalihkan sebagian subsidi transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Layanan Transjakarta gratis disiapkan selama proses perbaikan berlangsung.
Satlantas Polres Metro Jakarta Timur menerapkan sistem one way di Jalan DI Panjaitan untuk mengurai kepadatan. Pemantauan lalu lintas dilakukan menggunakan drone secara real-time, serta pembaruan kondisi melalui aplikasi navigasi. Koordinasi dengan jalan tol dalam kota juga dilakukan untuk mengurangi beban jalan nasional.
Pencegahan Longterm dan Harapan Warga
Pemprov DKI berencana melakukan pemetaan ulang 500 km jalan rawan longsor menggunakan teknologi GIS. Anggaran drainase sebesar Rp1 triliun dialokasikan pada 2027, dengan fokus normalisasi Kali Ciliwung dan Sunter. Langkah ini diharapkan dapat mencegah banjir yang berpotensi memicu longsor.
Warga berharap adanya solusi permanen seperti penggunaan geotekstil dan beton bertulang. Program Jakarta Tahan Bencana juga memasukkan audit infrastruktur secara berkala. Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta dilakukan untuk pembangunan jalan tol layang sebagai alternatif jangka panjang.
Ke depan, Gubernur Prabowo Subianto mendorong integrasi konsep smart city untuk mencegah kerusakan infrastruktur sejak dini. Dengan perawatan yang lebih proaktif, Jakarta Timur diharapkan terbebas dari longsor dan kemacetan kronis. Warga pun optimistis kota akan menjadi lebih layak huni pada 2029.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari kejadianjakarta.info