Posted in

Sopir JakLingko Kehilangan Pekerjaan Setelah Hina Penumpang

Seorang sopir JakLingko dipecat Transjakarta setelah perilaku arogan dan menghina penumpang, menimbulkan reaksi luas masyarakat.

Sopir JakLingko Kehilangan Pekerjaan Setelah Hina Penumpang

Kasus terbaru yang menarik perhatian publik adalah insiden seorang sopir JakLingko yang perilakunya tidak terpuji terhadap penumpang. Video yang merekam penghinaan tersebut viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan tuntutan akan sanksi tegas.

​Respons cepat dari Transjakarta, yang berakhir dengan pemecatan sopir tersebut, menjadi pengingat penting akan standar profesionalisme dan pelayanan publik.​ Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Jakarta.

Insiden Viral, Arogansi Di Balik Kemudi

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang sopir JakLingko melontarkan kata-kata tidak sopan kepada seorang penumpang. Dalam rekaman tersebut, sang sopir terlihat berdiri di hadapan perekam video, menggunakan sebutan hewan untuk menghina penumpang yang merekamnya.

Penumpang wanita yang merekam kejadian tersebut terdengar mengatakan, “Nih, ya, Guys, orangnya, ini orangnya bapak ini,” dan menambahkan, “Ini nih, ngata-ngatain saya nih.” Insiden ini dengan cepat menarik perhatian warganet dan memicu diskusi hangat mengenai etika pelayanan publik.

Setelah melontarkan kata-kata kasar dan terlibat adu mulut, sopir JakLingko tersebut segera kembali ke mobilnya dan melaju pergi, meninggalkan penumpang yang merekam video. Kejadian ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan dan pelatihan etika bagi para pengemudi angkutan umum.

Transjakarta Bertindak Tegas, Pemecatan Sebagai Sanksi

Pihak Transjakarta tidak tinggal diam menanggapi insiden viral ini. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa tindakan tegas telah diambil terhadap oknum sopir JakLingko tersebut. Sanksi yang diberikan adalah pemecatan.

“Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas berupa pemecatan,” jelas Ayu Wardhani saat dimintai konfirmasi. Keputusan ini menunjukkan komitmen Transjakarta dalam menjaga kualitas pelayanan dan menindak tegas setiap pelanggaran etika yang dilakukan oleh karyawannya.

Ayu Wardhani juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Ia menegaskan bahwa Transjakarta akan merespons serius setiap kejadian yang merugikan penumpang, menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna layanan.

Baca Juga: Jakbar Terendam Banjir, Tawuran Pecah di Manggarai Warga Waspada

Intervensi Gubernur DKI Jakarta, Peringatan Keras Sebelumnya

Intervensi Gubernur DKI Jakarta, Peringatan Keras Sebelumnya

Insiden ini bukan yang pertama kali menunjukkan perilaku tidak pantas dari sopir JakLingko. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pernah memberikan ultimatum kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melatih seluruh sopir JakLingko agar tidak ugal-ugalan di jalan.

Pramono Anung menegaskan bahwa sopir yang tetap “bandel” akan langsung diganti. “Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, sudah… diganti aja. Yang cari kerja di Jakarta juga banyak,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan bahwa layanan JakLingko, yang kini digratiskan, tidak boleh dianggap sebagai milik pribadi oleh para pengemudi. Transportasi publik menyangkut keselamatan warga dan harus dioperasikan secara profesional, bukan “suka-suka” atau asal-asalan.

Upaya Pemprov DKI, Pelatihan Ulang Dan Peningkatan Kualitas

Menyikapi berbagai keluhan, Pemprov DKI Jakarta telah merencanakan pelatihan ulang bagi seluruh sopir Mikrotrans atau JakLingko melalui TransJakarta Academy. Program ini, yang beroperasi sejak 1 November 2024, bertujuan meningkatkan kualitas dan etika pelayanan.

“Program ini adalah investasi SDM, bukan hukuman. Kami dengar keluhan masyarakat, tapi juga jaga kesejahteraan sopir,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim. Kurikulum pelatihan mencakup defensive driving, service excellence, safety & emergency, digital ticketing, serta etika profesi.

Data per 12 November 2025 menunjukkan adanya 1.127 laporan keluhan masyarakat sepanjang Januari-Oktober 2025 dari 3.842 sopir Mikrotrans aktif. Keluhan terbanyak adalah sopir ugal-ugalan (68%), bersikap judes (22%), dan membawa keluarga saat bekerja (10%), menegaskan urgensi program pelatihan ini.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Jakarta kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Jakarta.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari oto.detik.com